Apa saja jenis sewa utama di Korea?

Menurut panduan hukum pemerintah Korea tentang sewa perumahan (easylaw.go.kr), ada sekitar empat cara untuk menggunakan rumah milik orang lain. Perbedaan utamanya terletak pada cara pembayaran: deposit besar tanpa sewa bulanan, deposit ditambah sewa bulanan, atau seluruh sewa dibayar di muka.

| Jenis | Cara kerja | |---|---| | Jeonse (terdaftar) | Deposit besar (deposit jeonse) dibayarkan, dan tidak ada sewa bulanan. Hak jeonse didaftarkan. | | Jeonse tidak terdaftar | Deposit jeonse dibayarkan tanpa sewa bulanan, tetapi haknya tidak didaftarkan. | | Banjeonse atau wolse | Deposit dibayarkan bersama sewa bulanan. | | Sagseulse | Seluruh sewa untuk masa sewa dibayar di muka. |

Apa perbedaan antara hak jeonse dan kontrak sewa?

Panduan tersebut menjelaskan bahwa hak jeonse adalah hak kebendaan, sedangkan kontrak sewa adalah hak yang bersifat perjanjian. Berdasarkan Undang-Undang Perdata, hak jeonse wajib didaftarkan, sementara pendaftaran kontrak sewa bersifat opsional. Hak jeonse dapat dialihkan atau disewakan kembali tanpa persetujuan pemilik, tetapi kontrak sewa memerlukan izin pemilik.

Undang-undang apa yang melindungi penyewa?

Sewa perumahan diatur terutama oleh Undang-Undang Perlindungan Sewa Perumahan. Ketentuan kontrak yang melanggar undang-undang ini dan merugikan penyewa tidak memiliki kekuatan hukum. Jika undang-undang ini tidak mengatur, berlaku aturan sewa dalam Undang-Undang Perdata.

Untuk penggemar dari luar negeri

Jika Anda berencana menyewa rumah di Korea, memahami perbedaan antara jeonse dan wolse akan membantu Anda membandingkan deposit dan biaya bulanan. Panduan resmi tersebut menegaskan bahwa isinya bukan pendapat hukum yang mengikat. Untuk pertanyaan spesifik, hubungi instansi terkait atau ajukan pertanyaan melalui situs pengaduan nasional. Panduan ini berlaku per 30 September 2026.